Sehat dan sakit, faktor terbesarnya adalah kita sendiri. Pikiran kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Apabila pikiran kita sehat maka kita akan sehat. Demikian pula, pikiran kita pun dapat mendorong diri kita menjadi sakit. Kepedihan, penyakit, dan kesusahan termasuk di antara nikmat- nikmat Allah yang besar, sebab ia adalah sebab-sebab adanya kenikmatan. Maka senikmat-nikmatnya kenikmatan adalah buah atau manfaat ynag dirasakan dari kepedihan. Pikiran dapat membuat seseorang menjadi sakit atau mempercepat kesembuhan dari penyakit. Ternyata, seseorang yang dapat menangis dengan sepenuh hati mempunyai kesehatan yang lebih baik dibanding mereka yang menolak untuk menangis. Seseorang yang habis menangis dengan sepenuh hati akan merasa lebih baik. Air mata yang disebabkan kesedihan oleh tubuh selama mengalami stress emosi dan ketegangan jasmani. Air mata adalah hasil system exocrine yang berfungsi mengeluarkan zat isi yang tidak diperlukan oleh tubuh. Dr William Frey dan Dr Vincent Tuason melakukan penelitian dengan membandingkan air mata yang keluar dari orang yang sedih berbeda dengan air mata yang keluar karena mengiris bawang merah. Air mata yang keluar dari dua aktivitas berbeda tersebut mempunyai asam amino2 (protein) yang berbeda.

Jika marah, marahlah yang wajar pada waktu dan dengan dosis yang tepat. Marah yang berlebihan, harus dihindarkan. Emosi sangat berkaitan dengan kesehatan. Karena kondisi kejiwaan, pikiran dan emosi yang terganggu akan berpengaruh pada produksi hormone, enzim dan cairan tubuh yang sering berlebih sehingga tidak baik untuk kesehatan. Stres menyebabkan seseorang mudah terserang demam dan flu. Dalam kondisi stress tubuh memerlukan peningkatan konsumsi karbohidrat, lemak, dan protein. Karbohidrat penting untuk menghindarkan penggunaan protein sebagai energi, sehingga protein tetap digunakan untuk menjaga kekebalan tubuh.

Musik adalah getaran yang dapat memberi dampak positif atau negatif terhadap tubuh kita. Musik dapat membuat kita tegang atau takut, tapi musik juga dapat membuat kita rileks, santai atau menjadi bersemangat. Semua itu tergantung bagaimana musik dimainkan, diubah dan diperdengarkan. Hard rock atau rap bisa membuat pendengarnya marah,, bingung, terkejut, atau tidak dapat memusatkan pikiran. Sedangkan musik yang menghasilkan efek basa (alkaline) adalah musik–musik klasik yang lembut, musik instrumentalia yang mampu membuat rileks, santai dan bahagia. Suara-suara yang harmonis ini mampu mengendurkan saraf, organ tubuh dan kelenjar dalam tubuh.